Profesi Pekerja Sosial di Indonesia Belum Banyak Berperan

Dimuat dalam http://www.pikiran-rakyat.com/node/213946,┬áRabu, 05/12/2012 – 15:35

BANDUNG, (PRLM).-Profesi Pekerja Sosial (Peksos) di Indonesia belum banyak berperan. Bukan tidak ada tapi profesi Peksos belum dikenal luas sebagai profesi profesional karena belum adanya standar. Secara nonformal profesi ini terlihat tapi secara kelembagaan eksistensinya belum banyak terlihat.

Demikian dikemukakan Ketua Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Rudi Saprudin Darwis dalam Seminar Nasional Profesi Pekerja Sosial 2012 “Social Worker For Nation” di Aula Graha Sanusi Hardjadinata di Kampus Universitas Padjadjaran, Jln. Dipati Ukur Kota Bandung, Rabu (5/12).

“Banyak yang bekerja mengaku sebagai Peksos tapi tidak memiliki latar belakang pendidikan kesejahteraan sosial. Pekerjaan sosial itu profesi dan salah satu ukuran disebut profesi ada pendidikan. Sementara yang tidak memiliki latar belakangan pendidikan Kesos tapi memiliki kontribusi dalam pelayanan sosial maka disebut Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS),” kata Rudi.

Oleh karena itu, lanjut Rudi, Kementerian Sosial mencanangkan adanya sertifikasi bagi profesi Peksos dan TKS. Proses sertifikasi dilakukan untuk penataan sumber daya manusia bidang Kesos. Selain itu juga untuk memberikan pengakuan kaulifikasi dan kompetensi profesi Peksos. “Masyarakat jadi tahu secara jelas kualitas dan kompetensi Peksos dan TKS di Indonesia,” kata Rudi.(A-208/A-107)***