Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Unpad Jadi Delegasi Indonesia pada YSEALI di Amerika Serikat

[Unpad.ac.id, 22/10/2015] Mahasiswa program studi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad, Panji Aziz Pratama menjadi wakil Indonesia pada ajang Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellow 2015 on Civic Engagement di Northen Illinois University (NIU) Amerika Serikat, 1 Oktober – 4 November 2015.

Panji Aziz Pratama (kanan), mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad bersama John Brandon, Director IR The Asia  Foundation dalam ajang YSEALI Academic Fellow 2015 di NIU Amerika Serikat *Panji Aziz Pratama (kanan), mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad bersama John Brandon, Director IR The Asia Foundation dalam ajang YSEALI Academic Fellow 2015 di NIU Amerika Serikat *

“Ini pengalaman pertama saya berangkat ke Amerika. Di sini saya bisa mengenal Amerika lebih dekat dari berbagai aspeknya,” tulis Panji dalam rilis yang diterima Humas Unpad.

Panji bersama empat orang wakil Indonesia yang lain menjalankan program YSEALI selama lima minggu di NIU dengan dibiayai penuh oleh United States Departemen. Selama menjalankan proses seleksi YSEALI, Panji mengaku bahwa US Embassy sangat mempertimbangkan keterlibatan kepemimpinan di masyarakat.

YSEALI merupakan program pengembangan kepemimpinan dan networking di ASEAN melalui berbagai program pelatihan dan edukasi. Selama 4 minggu kegiatan, Panji bersama 21 orang delegasi se-ASEAN lainnya mempelajari berbagai isu terkait civic engagement, diantaranya: disability movementswomen rightslabor movement, dancivil rights movement.

Setiap minggunya, delegasi rutin dihadapkan pada reading discussion guna menambah pengetahuan dan keterampilan para peserta di dalam memimpin organisasi. Pengembangan kapasitas program ini difasilitasi oleh berbagai profesor dan pakar dari Center of Non-Government Organization (NGOLD) dan Center for Southeast Asian (CSEAS) di NIU.

Selain di kelas, delegasi juga melakukan berbagai kunjungan ke NGO (Non Goverment Organization) yang berada di Illinois dan Washington D.C, dan sempat berbincang dengan John Brandon, Director International Relations of The Asia Foundation. Yayasan ini berkantor di Washington D.C dan memiliki keterlibatan dalam mendukung dan membiayai organisasi besar di Asia termasuk Indonesia.

Panji menjelaskan, luaran dari kegiatan ini ialah menghasilkan civic action plan yang akan dilaksanakan di negara masing-masing. Adapun civic action plan yang dibuat Panji berjudul “Youthcation Project”, sebuah proyek pelatihan kerelawanan dengan konsep “Go to rural area, life, and engage with children and community”. Proyek ini direncanakan akan dilakukan di desa binaan Istana Belajar Anak Banten pada 2016 mendatang.*

Rilis / am