Mahasiswa FISIP Unpad Juara 2 Kompetisi Debat di Universitas Sriwijaya

[Unpad.ac.id, 23/03/2015] Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi debat yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himara) FISIP Universitas Sriwijaya, 13-14 Maret 2015 lalu. Mereka adalah M. Sampurna Jaya dari prodi Kesejahteraan Sosial, Maya Septiani dari prodi Administrasi Negara, dan Kiagus Ahmad Rifqi dari prodi Kesejahteraan Sosial. Ketiganya mengikuti kompetisi bertajuk “Action Himara FISIP Unsri” yang diikuti oleh 20 tim dari 7 PTN di seluruh Indonesia.

(Foto oleh: Tedi Yusup)Kiri ke kanan: Kiagus Ahmad Rifqi, Maya Septiani, dan M. Sampurna. Mereka meraih juara 2 kompetisi debat di Action Himara FISIP Universitas Sriwijaya (Foto oleh: Tedi Yusup)

Ada dua tema debat yang dilombakan dalam kompetisi tersebut, yaitu Pemilukada tidak langsung dan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Di hadapan para juri yang terdiri dari pengamat politik, guru besar dan akademisi FISIP Unsri, mereka menjadi tim yang mengusung kategori kontra terhadap dua tema tersebut.

“Selama sebulan kita melakukan persiapan mengikuti kompetisi tersebut,” ujar Sampurna saat diwawancarai Humas Unpad, Senin (23/03).

Ada 3 babak dalam kompetisi tersebut, yakni babak penyisihan, semi final, dan final. Di babak penyisihan, 20 tim tersebut dibentuk menjadi Focus Group Discussion (FGD) dan saling mengeluarkan argumen sesuai dengan kategorinya. Dari babak penyisihan ini, ada 4 tim yang lolos menuju babak semi final, yaitu Unpad, UNS, dan 2 tim dari Unsri.

Ketiganya pun lolos melaju ke final bersama dengan tim dari UNS. Dari hasil kompetisi tersebut, mereka meraih juara 2 setelah selisih satu poin dari tim UNS, yaitu 84 poin sementara tim dari UNS meraih 85 poin.

Penilaian tersebut menurut Sampurna didasarkan pada gaya bahasa, etika, strategi, dengan penguasaan materi setiap tema. Materi yang disampaikan mereka merupakan hasil dari diskusi mereka selama berkuliah di FISIP dan pencarian sumber informasi dari media lainnya.

Lebih lanjut ia mengaku, keikutsertaan mereka dalam kompetisi debat ini merupakan kali pertama. Meski begitu, apresiasi terhadappenampilan mereka terbilang baik. jika dalam kompetisi debat selalu diwarnai dengan ketegangan, mereka berhasil menjaga emosi dengan baik.

“Mereka selalu bilang kalau tim dari Unpad adalah tim yang paling tenang,” timpal Maya.

Bagi mereka, menjaga emosi adalah kunci dalam setiap kompetisi debat. Jika satu di antara mereka yang terpancing emosi, anggota tim yang lain pun berusaha mengingatkan.

“Yang kurang dari kita hanya pengalaman bertanding saja. Sebagian besar tim lain sudah sering mengiktui perlombaan debat,” kata Sampurna.

Sehingga, perolehan juara 2 ini merupakan motivasi mereka untuk mengikuti kompetisi lainnya. “Intinya ini bukan semacam penghargaan tertinggi namun jutsru menjadi langkah awal untuk bisa mengharumkan nama Unpad,” tutup Sampurna.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh