Universitas Padjadjaran

Pekerja Sosial Harus Siap Ide Kreatif Atasi Permasalahan Masyarakat

Oleh: admin kesos
December 30, 2015

[Unpad.ac.id, 29/12/2015] Pekerja sosial dituntut menghasilkan beragam ide kreatif dan inovatif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Tuntutan ini harus ditanamkan para pekerja sosial sejak masih menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Dosen prodi Administrasi Negara FISIP Unpad, Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S., (kanan) bersama mahasiswa prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad angkatan 2012 saat melakukan diskusi dalam “Social Work Idea Fest 2015: Ide Kolaborasi untuk Indonesia Beraksi” di Ruang B.301 dan B.302 kampus FISIP Unpad Jatinangor, Selasa (29/12). (Foto oleh: Arief Maulana)*Dosen prodi Administrasi Negara FISIP Unpad, Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S., (kanan) bersama mahasiswa prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad angkatan 2012 saat melakukan diskusi dalam “Social Work Idea Fest 2015: Ide Kolaborasi untuk Indonesia Beraksi” di Ruang B.301 dan B.302 kampus FISIP Unpad Jatinangor, Selasa (29/12). (Foto oleh: Arief Maulana)*

Demikian disampaikan Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) FISIP Unpad, Dr. Santoso Tri Rahardjo, M.Si., saat menjelaskan mengenai digelarnya acara “Social Work Idea Fest 2015: Ide Kolaborasi untuk Indonesia Beraksi”, Selasa (29/12) di Ruang B.301 dan B.302 kampus FISIP Unpad Jatinangor.

“Lulusan Kesejahteraan Sosial harus siap mengandalkan ide-ide kreatif yang berbasis pada masyarakat,” ujar Dr. Santoso saat ditemui di sela acara.

Acara ini merupakan program rutin tahunan dari mata kuliah Seminar Profesi Pekerjaan Sosial di prodi Kesos yang diampu oleh Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si., (koordinator), Maulana Irfan, M.I.Kom., dan Sahadi Humaedi, S.Sos., M.Si. Pada tahun ini, mahasiswa angkatan 2012 diberi tugas membuat poster, artikel, serta presentasi lisan dengan berbagai tema yang saat ini sering muncul di lapangan. Ada empat kluster tema yang diajukan, yaitu pemberdayaan anak, disabilitas, pemberdayaan masyarakat, serta kewirausahaan sosial.

Sebanyak 166 poster dan 83 presenter ditampilkan pada acara tersebut. Selain dihadiri mahasiswa dan alumni Kesos, pihak prodi juga mengundang mahasiswa maupun pekerja sosial dari organisasi masyarakat, Universitas Pendidikan Indonesia, SOS Children’s Village Lembang, UIN Sunan Gunung Djati, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Universitas Pasundan, Universitas Langlang Buana, dosen dari prodi lain di FISIP Unpad, hingga lembaga pelayanan sosial di Kota Bandung.

Lebih lanjut Dr. Santoso menuturkan, tujuan digelarnya kegiatan ini ialah melatih mahasiswa untuk mengeluarkan beragam ide untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dengan cara kreatif dan inovatif. “Kita lakukan dengan basis kewirausahaan sosial dan marketing sosial. Kita latih bagaimana mereka mampu melahirkan ini menjadi produk orisinal mereka,” jelasnya.

Acara ini juga menjadi wujud integrasi aktivitas pembelajaran dengan riset dan pengabdian. Dr. Santoso berharap, peserta dari luar Unpad dapat mengetahui bagaimana ide-ide yang dihasilkan oleh mahasiswa Kesos Unpad.

“Ini menjadi bahan pembelajaran juga bagi kita sebagai pengelola prodi. Apakah kurikulum yang diterapkan saat ini sudah sesuai atau belum, mengingat Kesos Unpad saat ini menjadi barometer pendidikan pekerjaan sosial yang berbasis kewirausahaaan sosial di indonesia,” kata Dr. Santoso.

Terkait artikel yang ditulis mahasiswa, prodi nantinya akan mengumpulkan untuk dijadikan buku. Buku tersebut juga akan diajukan untuk mendapatkan Internaional Standar Book Number (ISBN) serta hak paten.

Sementara itu salah satu dosen Kesos Unpad, Dr. Heri Wibowo, S.Psi., M.M., mengatakan, proses mewujudkan gagasan kreatif dan inovatif dari mahasiswa Kesos Unpad tidak muncul begitu saja. Proses tersebut dibangun mulai dari semester awal, hingga sampai diberi kesempatan menyampaikan gagasannya melalui kegiatan ini.

“Tantangannya kita mengundang orang luar sehingga ide-ide tersebut bisa didiskusikan dengan mereka-mereka yang sudah bergelut di lapangan,” kata Heri.

Dengan aktivitas tersebut diharapkan mahasiswa Kesos Unpad dapat lebih percaya diri untuk mengemukakan gagasannya. Sikap ini pula yang harus dimiliki oleh lulusan Kesos Unpad. Dr. Santoso mengatakan, ada 3 nilai yang ditanamkan dalam lulusan Kesos Unpad, yakni attitude, skill, dan knowledge.

“Kita harus seimbang, paling utama itu pada sisi sikapnya. Kita ingin menghaisl lulusan yang percaya diri, punya keyakinan, serta mampu melihat pandangan secara positif untuk menjadi solusi. Karakter itu yang menjadi karakter lulusan KS Unpad,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Category: Berita Kesos, Info dari Dosen | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

Tidak ada Komentar

Leave a Reply

  • DEPT. ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

    ===============================

    Keberadaan departemen ditujukan untuk:

    1). Menjamin kompetensi dan profesionalisme Dosen dalam melaksanakan tugas sesuai jabatan akademiknya;

    2). Mengembangkan, mengevaluasi dan monitoring kemajuan karier akademik Dosen untuk mendukung pengembangan pendidikan;

    3).Mengoordinasikan kegiatan riset dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen sesuai bidang kompetensinya dalam rangka merealisasikan target kinerja lembaga;

    4). Mengoordinasikan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan kepakaran Dosen oleh pihak lain seperti Pemerintah, pemerintahan daerah, swasta atau masyarakat;

    5). Merintis dan mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian pada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional;

    6). Memfasilitasi publikasi karya-karya ilmiah Dosen;

    7). Menyelenggarakan diseminasi hasil riset, pengabdian pada masyarakat, dan inovasi melalui kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional;

    Pemimpin Departemen:

    Ketua : Dr. dra. R. Nunung Nurwati, M.Si

    Sekretaris : Dr. Nurliana C. Apsari, S.Sos., MSW