Universitas Padjadjaran

Melalui Bidikmisi, Usep Rohmat Optimis Torehkan Prestasi di Unpad

Oleh: admin kesos
April 7, 2013

[Unpad.ac.id, 2/04/2013] Sebuah kamar bercat hijau muda di lantai dasar Asrama Padjadjaran 2 menjadi tempat tinggal Usep Rohmat selama berkuliah di Unpad. Mahasiswa semester IV program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad tersebut merupakan satu dari sejumlah mahasiswa penerima Bidikmisi pada tahun 2011 lalu.

Salah satu mahasiswa penerima Bidikmisi di Unpad, Usep Rohmat (Foto: Dadan T.)*

“Saya senang tinggal di asrama ini. Suasananya tenang dan teman-teman di sini pun baik-baik,” ujar Asep saat ditemui di kamarnya, Selasa (04/02). Suasana yang tenang itu mendukung Usep untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Terbukti, meskipun kondisi tubuhnya yang tak sempurna, Usep mampu meraih IPK yang baik dan tidak kalah dengan mahasiswa lainnya.

Usep memiliki kedua tangan yang tak sempurna dan satu kaki yang ia gunakan untuk melangkah. Keterbatasan fisik dan berasal dari keluarga yang kurang mampu bukan menjadi halangan bagi Usep untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Usep sendiri tidak pernah merasa pesimis akan kondisi tubuh yang dimilikinya. Ia selalu yakin dengan tujuan hidupnya.

“Saya berkuliah karena ingin membuktikan saya bisa meskipun dengan segala kekurangan. Kalau kita punya kelebihan mengapa harus diam di tempat. Segala sesuatu yang dianggap sulit pasti ada jalan keluarnya,” kata Usep.

Sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi, Usep menilai program tersebut sangat efektif untuk memfasilitasi mahasiswa, khususnya kalangan yang kurang mampu, untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk tidak berkuliah karena keterbatasan dana.

“Sekarang, sudah bukan zamannya lagi tidak bisa kuliah karena tidak punya biaya. Bidikmisi ini adalah salah satu sarana untuk menjawab keraguan tersebut dan saya sendiri contohnya,” ujar Usep mantap.

Meskipun begitu, Usep sadar bahwa beasiswa yang diberikan kepadanya bukanlah secara cuma-cuma. Ada tanggung jawab yang diemban kepadanya, yakni tanggung jawab kepada Unpad maupun Pemerintah yang telah memfasilitasi Usep untuk bisa berkuliah. “Mahasiswa penerima Bidikmisi haruslah mampu memanfaatkan beasiswa tersebut dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan belajar, berprestasi, melakukan aktivitas yang sesuai dengan aturan, dan lulus tepat waktu. Jangan seenaknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Usep berpendapat, program Bidikmisi ini sudah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Meskipun dari hari ke hari kebutuhan hidup semakin bertambah, bantuan dari program tersebut mampu meringankan beban mahasiswa.

“Kita tahu kebutuhan hidup terus meningkat, tapi apabila bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dapat mencukupi kebutuhan kita. Pemerintah pun pasti akan terus meningkatkannya,” ujar Usep.

Usep sendiri adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara dari pasangan petani Salman dan Kaesih yang tinggal di kecamatan Pasirkuda, Cianjur Jawa Barat. Di keluarga tersebut, hanya Usep yang mampu lulus SMA dan diterima di perguruan tinggi negeri. Ketiga kakak Usep bahkan hanya bersekolah hingga Sekolah Dasar (SD) saja.  Catatan studi Usep pun cukup baik. Lulusan SMAN 1 Ciwidey, Kabupaten  Bandung Barat ini memiliki nilai rata-rata ujian nasional 7,8.

Di daerahnya, hanya Useplah yang mengikuti ujian SNMPTN pada tahun 2011 lalu. Semula Usep ragu, darimana biaya kuliah tersebut harus ia dapatkan. Namun, ia pun tidak mempersoalkan hal tersebut. Baginya, selalu ada jalan untuk bisa mengenyam bangku kuliah. “Saat itu saya berpikir siapa tahu ada jalan. Alhamdulillah, saya pun terpilih sebagai penerima beasiswa Bidikmisi,” kenangnya.

Ia pun bertekad ketika ia telah lulus dan kembali ke daerahnya untuk mendorong para generasi muda melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar bisa membangun daerahnya. “Saya ingin mendorong para remaja di daerah saya untuk berkuliah, sebab orang-orang dari kampung pun tidak akan didiskriminasikan ketika berkuliah,” ujarnya.

Usep sendiri berharap, program Bidikmisi tersebut akan terus menunjang kalangan yang tidak mampu untuk bisa berkuliah. Namun, perlu ada pengawasan agar program Bidikmisi ini tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu. “Harus ada kesadaran penuh bahwa beasiswa tersebut digunakan untuk berkuliah, bukan untuk dihambur-hamburkan,” tegasnya.

Terkait dengan kuliah di Unpad, Usep sendiri merasakan kenyaman selama berkuliah di FISIP Unpad. Tidak ada diskriminasi yang ia terima. “Saya sangat senang kuliah di Unpad, dan saya harap Unpad ke depan lebih memfasilitasi mahasiswa, khususnya mahasiswa dari kaum difabel,” pungkasnya.*

Laporan oleh Maulana / art*

Category: Berita Kesos | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

Tidak ada Komentar

Leave a Reply

  • DEPT. ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

    ===============================

    Keberadaan departemen ditujukan untuk:

    1). Menjamin kompetensi dan profesionalisme Dosen dalam melaksanakan tugas sesuai jabatan akademiknya;

    2). Mengembangkan, mengevaluasi dan monitoring kemajuan karier akademik Dosen untuk mendukung pengembangan pendidikan;

    3).Mengoordinasikan kegiatan riset dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen sesuai bidang kompetensinya dalam rangka merealisasikan target kinerja lembaga;

    4). Mengoordinasikan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan kepakaran Dosen oleh pihak lain seperti Pemerintah, pemerintahan daerah, swasta atau masyarakat;

    5). Merintis dan mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian pada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional;

    6). Memfasilitasi publikasi karya-karya ilmiah Dosen;

    7). Menyelenggarakan diseminasi hasil riset, pengabdian pada masyarakat, dan inovasi melalui kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional;

    Pemimpin Departemen:

    Ketua : Dr. dra. R. Nunung Nurwati, M.Si

    Sekretaris : Dr. Nurliana C. Apsari, S.Sos., MSW