Universitas Padjadjaran

Strategi Membuat Proposal Pemasaran

Oleh: maulana irfan
September 27, 2011

Dalam melakukan kegiatan usaha bagi organisasi usaha, salah satu indikator  keberhasilan atas sebuah produk usaha adalah ketika produk dapat diterima oleh customer atau end-user.  Diterimanya produk tersebut membawa implikasi menguntungkan bagi organisasi usaha. Semakin banyak produk tersebut laku terjual semakin banyak keuntungan didapat dan semakin baik pula organisasi usaha tersebut berjalan. Adalah hal yang wajar dalam kegiatan organisasi laba melakukan pemasaran produk yang ditujukan mencari laba (profit oriented).:

Keperawatan dalam kaitannya dengan sebuah keprofesian sesungguhnya tidak terlepas  segala aktivitas pelayanan kemanusiaan. Sehingga dalam praktik usahanya masuk dalam wilayah kegiatan HSO (Human Services Organization). Pertanyaan besar akan muncul jika dihadapkan pada organisasi pelayanan sosial. Pantaskah jika organisasi pelayanan sosial atau manusia melakukan kegiatan pemasaran?

Pemahaman tentang pemasaran masih merupakan kosakata yang tidak nyaman di telinga pelaku HSO.  Walaupun hal ini sesungguhnya bukan konsep yang sama sekali baru terdengar, namun tetap menjadi konsep asing bagi sebagian telinga para pemerhati dan penggiat di bidang pelayanan sosial. Bahkan akan menjadi hal yang aneh pula bagi telinga orang awam pada umumnya terutama jika difokuskan pada upaya ’mencari uang’.

Namun pada kenyataannya banyak organisasi pelayanan sosial yang berkembang maju dan sukses dengan menghasilkan keuntungan yang ’menggiurkan‘. Sebut saja diantaranya beberapa Poliklinik besar, Rumah Sakit Bersalin Hermina, dll. Bukan tidak mungkin segala kegiatan pelayanannya berbasiskan aktivitas keperawatan.

Sebagai tuntutan perubahan evolusi menjadi tahapan kompetisi pasar,, pemasaran organisasi pelayanan sosial atau manusia tersentuh pada situasi demikian. Karena itu,  kegiatan wirausaha menjadi sebuah tuntutan bagi semua profesi tidak terkecuali dengan Keperawatan. Kata kunci dalam kegiatan kewirausahaan adalah kreatif dan berani mengambil resiko.

Apa itu Pemasaran?

Seperti diawal telah diungkap bahwa produk tidak berarti apa-apa jika kita tidak dapat menjangkau oleh end-user kita, meski produk kita berkualitas baik. Artinya bahwa langkah penting dari seluruh rangkaian produk adalah kemampuan memasarkan produk sehingga sampai ke tangan konsumen.

Kottler  mendefinisikan pemasaran sebagai berikut :

Adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai ddengan pihak lain.(1997:8)

Sebelum memaparkan strategi membuat proposal pemasaran, akan lebih baik kalau kita mengetahui strategi pemasaran terlebih dahulu. Hermawan Kartajaya lebih menyukai menjelaskan dalam segitiga PDB yang merupakan core dari sembilan elemen marketing darinya.

Positioning

Menurutnya positioning adalah hal yang penting karena merupakan ’reason for being’ bagi produk dan perusahaan yang kita buat. Positioning juga sering disebut sebagai ’being strategy’. Positioning adalah sebuah janji yang diberikan produk, merek, dan perusahaan kepada pelanggan anda. Misalnya ketika Toyota Kijang mengatakan ”mobil keluarga Indonesia”, maka ia sedang berjanji kepada pelanggannya bahwa Kijang adalah betul-betul menjadi mobil dambaan keluarga.

Diferrensiasi

Untuk memenuhi janji yang tercantum dalam positioning, harus diikuti dengan membangun diferensiasi. Karena diferensiasi adalah alat untuk memenuhi janji kita kepada pelanggan. Dalam bahasa tradisional, diferensiasi diartikan sebagai upaya kita untuk membedakan diri dengan pesaing. Perbedaan itu dapat dilihat dalam tiga aspek yaitu :

  • What to offer

Perbedaan yang dilihat dari sisi konten atau apa yang kita tawarkan

  • How to offer

Perbedaan yang dilihat dari sisikonteksnya atau bagaimana cara kita untukmenawarkannya.

  • Enabler

Perbedaan yang dilihat dari sisi infrastrukturnya yaitu faktor pemungkin baik teknologi, sdm, mauun fasilitas lainnya.

Selanjutnya setelah menciptakan diferensiasi, agar kokoh maka harus di back-up dengan Marketing Mix yang kuat. Yaitu berupa 4P’s:

  • Product
  • Price
  • Place
  • Promotion

Brand

Ketika kita menentukan Positioning dan Diferensiasi, yang didukung dengan marketing mix dan strategi Selling yang solid, sebenarnya kita sedang mengembangkan merek. Merek tidak hanya dikembangkan melalui iklan atau melalui konfigurasi 4 P yang solid. Hal terpenting adalah merek dikembangkan melalui kreativitas yang sesuai.

Contoh : Agen ticketing Ibu Dibyo, Harian Kompas dll.

Beberapa contoh Produk yang menggunakan analisa PDB :

v  Majalah Wanita ”COSMOPOLITAN”

Ia mampu mematahkan dominasi majalah Femina dan Kartini karena jelinya dalam melakukan segmentasi pasae, melakukantargetting dan akhirnya positioning yang tepat. Ia secara jeli melihat peluang dengan memposisikan majalah bagi ”wanita baru” Indonesia; wanita modern, mandiri, Cosmopolit, be brave, be confident, be independent.

v  Extra Joss

Minuman berenergi yang diluar pakem kebiasaan minuman bernegeri yang menggunakan botol. Ia menggunakan Sachet. Dan mengkalim diri sebagai ”Biangnya Minuman berEnergi” dengan berani menyebut   ” Ini Biangnya, buat apa beli botolnya”

Membuat Proposal Pemasaran

Satu hal yang harus kita sepakati bahwa sesungguhnya tidak ada sistematika proposal yang baku dalam pembuatan proposal pemasaran. Perbedaan sistematika pada dasarnya lebih merujuk pada kreativitas masing-masing pembuatnya sebagai sebuah media dan alat untuk melakukan negosiasi kepada pihak lain baik ke konsumen maupun ke investor. Maka dalam tulisan ini, merujuk pada apa yang sebaiknya ada dalam proposal pemasaran.

Dalam beberapa tulisan perencanaan bisnis berbeda dengan proposal pemasaran. Perencanaan bisnis (Bussiness Plan) adalah suatu cetak biru tertulis yang berisikan tentang misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian finansial, strategi usaha, peluang pasar yang mungkin diperoleh dan kemampuan serta keterampilan mengelolanya. Sedang Marketing Poposal adalah garisbesar dari upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pemasaran secara spesifik untuk kepentingan pelanggan potensial dan membujuk mereka untuk membeli produk/jasa yang akan ditawarkan.

Elizabeth Smith (2009) mengurai beberapa hal yang harus diperhatikan dalam strategi pembuatan proposal pemasaran adalah :

1. Analyze the current marketing strategy

Seringkali kita terlena atas keadaan pola pemasaran yang selama ini telah kita lakukan. Sehingga kita tidak sadar hal itu harus segera dilakukan perubahan. Maka sebelum memulai membuat proposal hal yang harus diperhatian adalah menganalisa kembali strategi pemasaran yang selama ini berlangsung.

2. Perform a market analysis

Untuk mengawalinya sebaiknya kita membuat analisa pemsaran terlebih dahulu. Ini ditujukan untuk mengetahui siapa competitor kita, bagaimana kompetitor kita meraih kesuksesan dan bagaimana kita mampu bersaing dengan kompetitor

2. Analyze the audience

Dalam membuat proposal sebaiknya perjelas siapa target pasar yang akan kita sasar. Diantaranya meliputi usia, kondisi geografis, status sosial, status ekonomi, persepsi dll.Semua ditujukan untuk menentukan kejelasan segmen pasar yang akan kita tuju

3. Define problem areas

Kesalahan umum yang biasanya terjadi adalah berupa kesalahan dalam menentukan target konsumen. Ini dapat terjadi ketika kita tidak focus dalam menentukan pilihannya, ragu dalam membuat konsep dan bahkan melakukan langkah yang tidak komprehensif

4. Identify target audience groups

Dalam hal ini merujuk pada kondisi demografis seperti apa yang menjadi sasaran sebagi konsumen yang dianggap potensial.

5. List new strategies and improvements to the current plan

Salah satu langkah inovatif untuk meraih konsumen diantaranya dengan membangun ide yang kreatif dan unik. Karena dengan kemampuan berkreasi yang unik akan memberikan dampak yang baik dalam meraih konsumen sebagai sebuah pembeda dengan competitor lain.

6. Write an executive statement that summarizes the project and your proposed solutions

Pada dasarnya orang malas untuk membaca panjang lebar tentang sesuatu hal yang ditawarkan. Untuk itu langkah strategis lainnya adalah membuat ringkasan eksekutif agar orang memahami secara cepat isi dari proposal tersebut. Misalnya dengan melihat analisa pasar, target audiens, dan strategi pemasarannya.

7. Read your proposal carefully, editing for spelling and grammatical errors

Kesalahan gramatikal atau punyang terkait dengan pengejaan kata-perkata cenderung menunjukkan pembuatnya adalah orang yang ceroboh. Untuk perlu berhati-hati dalam penulisan, kalau perlu dibaca ulang.

8. Place the proposal on your professional letterhead and submit it by mail or in the company

Agar berkesan profesional sebaiknya proposal dibuat dalam kop surat perusahaan kita.

Penutup

Sebagai sebuah langkah wirausaha, pemasaran menjadi bagian terpenting dalam berwirausaha. Sehingga dalam melakukan kegiatan permasaran pun tidak terlepas dari ide-ide kreatif dalam menuangkannya. Karena pada dasarnya bahwa pemasaran adalah langkah untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar tertarik atas produk yang kita tawarkan.

Keperawatan sebagai sebuah profesi, juga tidak luput dari persaingan dunia global dari sisi pelayanan produk jasa. Sudah selayaknya berancang-ancang membangun pemasaran dalam kompetisi global yang menuntut menajdi sebuah profesi yang semakin profesional.

DAFTAR PUSTAKA

Hermawan Kartajaya dkk., 2004. Memenangkan Persaingan dengan Segitiga Positioning-Diferensiasi-Brand. Jakarta.Gramedia

Lisa Cannon, 2004, Menjadi Ornop Mandiri, Jakarta, Yayasan Obor

Philip Kotler et.al., 1989, Social Marketing; Strategic for Changing Public Behavior, London, The Free Press

—————————., 1995, Strategi Pemasaran Untuk Organisasi Nirlaba, edisi ketiga, Yogyakarta, Gadjah Mada University Presss

————————, 1997. Manajemen Pemasaran; Analisis, Perencanaa, Implementasi, dan Kontrol. Jakarta. Prenhallindo

Sumber Lain :

www.ehow.com/how_4516430_write-marketing-proposal.html#ixzz14Oo9cl50

Category: Artikel | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

Tidak ada Komentar

Leave a Reply

  • DEPT. ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

    ===============================

    Keberadaan departemen ditujukan untuk:

    1). Menjamin kompetensi dan profesionalisme Dosen dalam melaksanakan tugas sesuai jabatan akademiknya;

    2). Mengembangkan, mengevaluasi dan monitoring kemajuan karier akademik Dosen untuk mendukung pengembangan pendidikan;

    3).Mengoordinasikan kegiatan riset dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen sesuai bidang kompetensinya dalam rangka merealisasikan target kinerja lembaga;

    4). Mengoordinasikan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan kepakaran Dosen oleh pihak lain seperti Pemerintah, pemerintahan daerah, swasta atau masyarakat;

    5). Merintis dan mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian pada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional;

    6). Memfasilitasi publikasi karya-karya ilmiah Dosen;

    7). Menyelenggarakan diseminasi hasil riset, pengabdian pada masyarakat, dan inovasi melalui kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional;

    Pemimpin Departemen:

    Ketua : Dr. dra. R. Nunung Nurwati, M.Si

    Sekretaris : Dr. Nurliana C. Apsari, S.Sos., MSW