Universitas Padjadjaran

Kewirausahaan Sosial Sebagai Jawaban Pemberdayaan Masyarakat

Oleh: admin kesos
March 5, 2011

Laporan oleh: Lydia Okva Anjelia

[Unpad.ac.id, 3/03/2011] Kewirausahaan sosial menjadi fenomena menarik saat ini karena perbedaan-perbedaannya dengan wirausaha tradisional yang bertumpu terhadap keuntungan finansial. Wirausaha sosial melihat masalah ini sebagai peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi, melainkan bagaimana apa yang dilakukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Suasana seminar CSR and Social Enterprise yang diselenggarakan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Unpad (Foto: Tedi Yusup)*

“Untuk menjawab tantangan jaman,social enterprise dan program CSR merupakan hal yang perlu kita kembangkan bersama. Di perkotaan, aspek masyarakat, lingkungan, dan profit sebagai hal yang tidak bisa dipisahkan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Ferry Sofwan, dalam acara Seminar CSR and Social Enterprise: The Best Practice and Professional Skillyang diselenggarakan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad di Grha Sanusi Hardjadinat, Kampus Unpad Jln. Dipatiukur No.35 Bandung, Kamis (3/03).

Dalam sambutannya,  Ferry mengatakan bahwa pembangunan CSR, terutama di daerah Jabar perlu dikembangkan. Sebagai contoh permasalahan, di kawasan industri kita akan melihat terjadinya kesenjangan sosial antara industri dan lingkungan masyarakat. Tahun 2011 ini usaha pemerintah, khususnya Pemprov Jabar adalah menggandeng perusahaan-perusahaan yang akan bermitra khususnya dalam program CSR.

“Kami menyambut baik seminar yang diselenggarakan FISIP Unpad dan British Council ini.  Bagaikan gayung bersambut bagi kami. Akademisi, pengusaha, dan pemerintah bersinergi dalam mendorong masyarakat dalam mengembangkan kewirausahaan sosial,” jelas Ferry Sofwan di hadapan 257 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan kalangan umum. Peserta bukan hanya mahasiswa KS FISIP Unpad, tapi mahasiswa KS sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Mengapa kewirausahaan sosial penting, Pembantu Dekan Bidang akademik (PD I) FISIP Unpad, Dr. Sony Akhmad Nulhaqim, S.Sos., M.Si., ditemui di sela-sela acara mengatakan bahwa masalah sosial semakin banyak. Usaha-usaha dalam pelayanan sosial pun semakin banyak. Tapi tenaga profesionalnya yang masih kurang. Tenaga professional bukan hanya kuat dalam aspek pengetahuan, skill, dan value tapi harus jadi memiliki jiwa sosialentrepreneur yang tinggi.

“Jiwa ini yang harus dilatih. Seorang wirausaha sosial, dia harus punya kepedulian yang tinggi. Kepedulian ini harus dilatih sejak kuliah. Begitupula dengan kreativitas dan inovasi dalam memberikan pelayanan sosial,” kata Sony.

Seminar dan workshop yang diselenggarakan selama dua hari ini, kata Sony merupakan inisiasi jurusan atau program studi ilmu kesejahteraan sosial. Jurusan Ilmu KS FISIP Unpad, menurutnya memiliki kekhasan dibandingkan KS dari perguruan tinggi lainnya, yaitu khas dalam social entrepreneur.

“Mengapa ini penting? Karena jurusan KS menghasilkan social worker professional. Tugasnya sendiri menjadi problem solver masalah-masalah sosial.,” tutur Sony.

Acara seminar ini juga bekerja sama dengan British Council yang dihadiri pula oleh Director Programmes British Council, Mark Crossey. Mark mengatakan bahwa memang kebutuhan sumber daya manusia dalam pengembangan kewirausahaan sosial dan CSR sangat tinggi. Perlu banyak upaya yang dilakukan untuk mendukung kebutuhan ekonomi, misalnya adalah pelatihan-pelatihan usaha dan kepegawaian.

“Tahun lalu, kami fokus pada kebijakan pemerintah terkait program seperti ini. Namun di tahun 2011 pendekatan kami adalah mengajak perusahaan-perusahaan dan institusi pendidikan. Selain itu fokus juga ada pada pengembangan komunitas-komunitas kewirausahaan,” kata Mark.

Menangapi hal tersebut, Sony mengatakan bahwa usaha-usaha sosial memang terus berkembang dan menjadi perhatian banyak pihak. Masing-masing memiliki model yang baik jika kemudian disinergikan satu dengan lainnya.

“Kita bisa coba sinergikan usaha apa yang dilakukan baik itu oleh perguruan tinggi, pemerintah, perusahaan, dan NGO. Sehingga apa yang dihasilkan nantinya akan membangun suatu model yang berbasiskan pada penguatan pendidikan,” lengkap Sony.

Sementara itu kegiatan Seminar CSR and Social Enterprise: The Best Practice and Professional Skill ini diisi dengan berbagai macam rangkaian acara. Di hari pertama pelaksanaanya, Rabu (2/3) diadakan workshop internasional Kewirausahaan Sosial yang bertempat di Komunitas Hong. Panitia pelaksana, Ridzki Salam (2009) mengatakan bahwaworkshop diikuti oleh 93 peserta.

“Peserta workshop diajarkan bagaimana membuat games-games tradisional Jabar yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat. Selain itu, peserta juga diberi pengetahuan seperti apa manajemen Komunitas Hong yang merupakan salah satu contoh wirausaha komunitas,” kata Ridzki.

Seminar di hari kedua, tambah Ridzki terdiri dari dua sesi, yaitu seminar dan diskusi interaktif. Sebagai pembicara hadir Tommy Hutckonson dari British Council, Hery Wibowo, S. Psi, MM (Dosen Kewirausahaan Sosial) dan  Santoso Tri Raharjo (Kepala Laboratorium KS)  dari Jurusan KS FISIP Unpad, dan Praktisi CSR dari PT. Danone, Arief Fatullah.

“Sementara untuk diskusi interaktif, terbatas untuk bagi undangan yang terdiri dari sejumlah perusahaan dan dosen yang akan berbagi pengalaman seperti apa model CSR yang saat ini sedang berkembang,” tutupnya. (eh)*

Tags: , , ,

Category: Berita Kesos | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

Tidak ada Komentar

Leave a Reply

  • DEPT. ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

    ===============================

    Keberadaan departemen ditujukan untuk:

    1). Menjamin kompetensi dan profesionalisme Dosen dalam melaksanakan tugas sesuai jabatan akademiknya;

    2). Mengembangkan, mengevaluasi dan monitoring kemajuan karier akademik Dosen untuk mendukung pengembangan pendidikan;

    3).Mengoordinasikan kegiatan riset dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen sesuai bidang kompetensinya dalam rangka merealisasikan target kinerja lembaga;

    4). Mengoordinasikan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan kepakaran Dosen oleh pihak lain seperti Pemerintah, pemerintahan daerah, swasta atau masyarakat;

    5). Merintis dan mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian pada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional;

    6). Memfasilitasi publikasi karya-karya ilmiah Dosen;

    7). Menyelenggarakan diseminasi hasil riset, pengabdian pada masyarakat, dan inovasi melalui kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional;

    Pemimpin Departemen:

    Ketua : Dr. dra. R. Nunung Nurwati, M.Si

    Sekretaris : Dr. Nurliana C. Apsari, S.Sos., MSW