Universitas Padjadjaran

Pencatatan Dalam Pekerjaan Sosial

Oleh: santoso tri raharjo
May 6, 2010

Pengertian

 

 

Sejumlah pekerja sosial merasa bahwa mencatat pada saat melakukan wawancara adalah sangat tidak penting. Mengapa tidak menyediakan waktunya pada untuk wawancara selanjutnya atau menangani klien lainnya ? Saat, sejak ingatan terkenal sangat tidak bisa dipercaya, badan pelayanan manusia akan benar-benar mengalami masalah berat jika mereka tidak merekam informasi wawancaranya. …Pencatatan menyediakan keterlanjutan dari seorang pekerja sosial ke pekerja sosial lainnya pada sesi selanjutnya.

            Pencatatan wawancara dapat memperoleh kemajuan dokumen atau kekurangan tergantung masing-masing situasi khusus yang dihadapi. Jika anda bekerja dengan seorang wanita dalam sebuah rumah perawatan yang lupa ingatannya, contoh, catatan periodik anda mengenai ketetapan mental membantu memperkirakan tentang lupa ingatannya makin lama bertambah buruk, tetap sama, atau lebih buruk kondisinya.

            Atau munking bahwa anda perlu memperlihatkan sumber temuan anda mengenai kualitas dan kuantitas pelayanan yang telah anda berikan kepada klien. Hanya jika anda menyimpan catatan pengalihan (records of refferrals) dan wawancara yang dapat anda lakukan. Pencacatatan juga menyediakan dokumen tentang kelaikan klien untuk memperoleh pelayanan tertentu — dapat digunakan untuk penelitian dan evaluasi program dan menyelidiki kembali program yang lewat.

            Pencatatan juga menyediakan bukti-bukti penting dalam gugatan hukum. Saat ini, misalnya, seorang pekerja sosial lalai dalam menangani kasus seorang anak yang mengalami penganiayaan. Pekerja sosial tersebut dapat membuktikan, melalui rekaman kunjungan dan kontak telepon, bahwa ia telah menjalankan segalanya dalam kewenangannya untuk mencegah penganiayaan. Dalam kasus lainnya, seorang pekerja sosial menolak pangajuan sepasang suami istri yang akan mengadopsi anak, karena berdasarkan penelitiannya membuktikan bahwa pasangan tersebut tidak mempunyai pekerjaan yang menunjang penghidupannya nanti. Pasangan tersebut mengadukannya ke pengadilan. Namun, dia menyimpan secara akurat catatan penelitiannya dengan baik, dan akhirnya hakim membenarkan alasan penolakkan pekerja sosial tersebut.

            Akhirnya, pencatatan dipergunakan oleh lembaga-lembaga sejenis sebagai alat terapis klien melalui metode menelaah catatan kasus kliennya. Dalam beberapa ketetapan, pasien dan eks-pasien dari rumah sakit jiwa dapat dilihat melalui catatan yang mereka punyai.

Pencatatan dan Privasi (Kerahasiaan)

Pencatatan selalu berkaitan dengan masalah kerahasiaan tentang kasus seseorang. Pencatatan akan bersisikan informasi mengenai kasus yang menggambarkan secara detail (rinci) tentang bagian dari kasus tersebut. Detail disini adalah cara penggambaran dari seorang pekerja sosial berupa tanggapan, emosi, tindakan, tingkah laku, penampilan diri klien dan reaksi dari dari pewawancara terhadap terwawancara (klien) dalam bentuk tulisan yang jelas, terinci, dan seadanya (seobjektif mungkin).


Jenis-jenis Pencatatan

Pencatatan sewaktu dan sesudah wawancara, pencatatan proses, pencatatan kesimpulan, pencatatan komputerisasi, kesimpulan penelahaan dan rencana intervensi, dan pencatatan berorietasi-sasaran, merupakan tipe-tipe pencatatan yang digunakan pada titik waktu yang berbeda.

Catatan Langsung (Note Taking)

Catatan kasus yang akurat meliputi persepsi pengamatan, mencatat kerendahan hati selama wawancara, kemampuan analitik, dan kemampuan mengorganisasi materi-materi dalam bagian yang bertalian secara logis.

            Pencatatan paling sederhana yang akan anda lakukan adalah mencatat langsung selama wawancara berlangsung  akan membantu mengingat kejadian yang telah lewat. Hal ini mesti dilakukan dengan kerendahan hati (tidak diketahui) semampu mungkin, sehingga tidak menggangu terwawancara meneruskan pembicaraannya. Banyaknya catatan yang akan dilakukan beragam, tergantung pada jenis wawancara dan bagaimana anda mempercayai memori anda sendiri. …

Pencatatan Proses (Process Recording)

Pencatatan proses secara detail berisikan segala perkataan dalam sebuah wawancara dengan waktu yang ada tetapi untuk pemula sebaiknya mempelajari bagaimana sebaiknya meningkatkan keterampilan berwawancara. Pada suatu kesempatan pengalaman pekerja sosial yang ingin mengkonsultasikan sesuatu kasus tertentu mungkin juga akan menemukan metode yang bermafaat. Pada tujuan yang sama dapat meningkat, mungkin lebih efektif, dengan menggunakan wawancara tape recording or vodietaping. Penggunaan audiotape dan videotape untuk maksud-maksud mengajar dan riset telah mendorong ke arah penemuan yang membuktikan bahwa memutar kembali rekaman-rekaman kegiatan bersama klien mengandung unsur-unsur pengobatan yang belum dikenal sebelumnya. .Pemutaran kembali rekaman-rekaman tersebut mungkin juga dipergunakan dalam wawancara. Hal ini akan memberikan kesempatak kepada klien untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri berckap-cakap dengan yang mungkin tidak diketahuinya selama ini. Oleh karena itu dia mungkin akan memperoleh perspektif yang tertentu mengenai perilakunya yang mungkin bisa menjadi bahan pembicaraan selanjutnya.

            Pencatatan proses memiliki keuntungan memberikan suatu praktek seorang pekerja sosial  dalam mengingat wawancara. Pada dasarnya akan dibaca oleh supervisor dan didiskusikan dalam konferensi supervisi. Sebaiknya disimpulkan terlebih daluhu sebelum disimpan dalam rekaman yang tetap.

            Pencatatan proses merupakan kebalikan dari ceklis yang hanya merupakan plengkap saja. Pencatatan proses adalah pencatatan yang dilakukan secara mendetail tentang segala isi dan urutan atau bagian dari hal-hal yang terjadi selama wawancara berlangsung serta tanggapan-tanggapan dari pewawancara sendiri tentang emosi, tingkah laku, penampilan diri klien dan reaksi dar pewawancara terhadap jalannya wawancara itu sendiri. Penulisan dan pengingatan kembali kejadian-kejadian selama wawancara dapat dikatakan sebagai proses menganalisa kegiatan itu sendiri. Pencatatan proses ini sangat berguna sekali bagi pewawancara karena dapat memperkaya pengetahuan dan pengalamannya serta memperbaiki hal-hal yang tidak semestinya dilakukan selama wawancara berlangsung.

Laporan Ringkas (Summary reports)

Banyak pencatatan kasus telah dibuat kesimpulannya. Sejak itu sebuah kesimpulan termasuk dalam fakta penting, pekerja sosial harus mengorganisasi dan memilih materinya secara hati-hati. Informasi harus terorganisasi sesuai dengan pokok/judulnya. Pencatatan kesimpulan dapat terdiri dari beberapa bentuk: kesimpulan sebuah wawancara, kesimpulan periodik dari suatu aktivitas kasus, sebuah kesimpulan penerimaan, kesimpulan perpindahan tangan dari suatu kasus yang masuk dari satu pekerja sosial ke pekerja sosial lainnya, suatu pengalihan kasus dari suatu lembaga ke lembaga lainnya, sebuah kesimpulan penutup saat kasus tersebut ditutup, kesimpulan khusus seperti sejarah sosial dan catatan pengadilan.

            Pencatatan kesimpulan berisikan informasi dan kesimpulan yang pekerja sosial hasilkan dari wawancaranya dengan kliennya. Kesimpulan-kesimpulan tadi tidak hanya berdasarkan data yang dikumpulan dari wawancara, tetapi juga berdasarkan pengalaman, pengetahuan, kerangka teoritis pekerja sosial.

Ringkasan Asesmen dan Rencana Intervensi

(Summary Assessment and Intervention Plans)

Sebuah ringkasan asesmen adalah sebuah analisis dari observasi dan informasi yang pekerja sosial peroleh melalui wawancara. Ini menyediakan suatu format bagi pekerja sosial untuk menuliskannya pendapatnya, reaksinya, dan perhatiannya kepada kliennya secara profesional, Kesimpulan dapat dipakai baik bagi pekerja sosial dalam mengorganisasikan pemikirannya dan dalam mengulang kembali kasus-kasus terdahulu dan kepada pekerja sosial lain yang bekerja dengan kasus tersebut. Ini akan membantu supervisor untuk menilai kemajuan kasus tersebut. Membaginya dengan klien, dapat menjadi alat intervensi yang bermanfaat. Gagasan asesmen dari seorang pekerja sosial membantu memperdalam rencana intervensi.

            Sebuan rencana intervensi berisikan keputusan untuk jadi atau tidaknya intervensi dan metode-metode intervensi. Tentunya berdasarkan analisis asesmen. Ini yang sebaiknya disebut “tujuan” (goals) atau “sasaran” (objectives). Idealnya pekerja sosial dan klien menetukan rencana intervensinya bersama-sama.

Pencatatan Berorientasi-Tujuan (maksud tertentu)

Pencatatan Berorientasi-Tujuan adalah merupakan bentuk khusus dari pencatatan kesimpulan, dipakai khususnya dalam lembaga-lembaga pemerintahan yang memperhatikan pertanggujawaban dan efektivitas. Kadang-kadang digunakan dalam lembaga yang tujuan setingnya adalah sebuah bagian khusus dari pekerjaan, seperti dalam lembaga perawatan dimana perawat anak-anak tidak boleh menyimpang perawatannya berdasarkan rencana tetapnya.

Pencatatan Komputerisasi (Computerized Recording)

Beberapa lembaga telah mengenalkan pencatatan komputer untuk mengumpulkan fakta-fakta penting dari setiap kasus. Hal ini seringkali dilakukan untuk menjamin standardisasi informasi dari proyak penelitian atau pelaporan sumber-sumber dana seperti pemerintah. Tentunya, informasi adalah bersifat kuantitatif daripada kualitatif. Ini dapat dilengkapi dengan bentuk pencatatan kualitatif.

 

Contoh: Sebuah Pencatatan Ringkas

 

Ini adalah contoh catatan ringkas oleh seorang pekerja sosial medis (rumah sakit), diperoleh dari Suanna Wilson (1980, p.139). Cara pengaturan sebuah ringkasannya disebut dengan problem -oriented recording ( pencatatan untuk pemecahan masalah). Meterinya terbagi kepada bagian berikut: Data subjek, Data objek, Assesment, dan Perencanaan (Subjective data, Objective data, Assessment, Plan = SOAP), yang menunjukkan sifat dari materinya.

       5-15-79 catatan pelayanan sosial

       Berbicara dengan Ny. Sandi dan suaminya hari ini. Pelayanan sosial telah mengidentifikasi lingkup masalah sebagai berikut:

1. kegemukan (obesity)

2. pengahsilan kurang (inadeguate income)

3. tekanan (depression)

4. sulit berhubungan sosial (social isolation)

       5-21-79  masalah #1-kegemukan

S—-Ny. Sandi menyatakan bahwa ia berat badannya normal  empat tahun yang lalu sampai ketika anaknya meninggal karena penyakit leukemia. Dia telah mengikuti beberapa program diet namun tidak berhasil dan dia merasa menjadi tidak berguna, dicampakkan oleh suaminya, dan sekarang kelihatan jelek dengan berat badan 125 pon lebih. Dia ingin langsing, tetapi tidak tahu apakah bisa atau tidak kini.

O—Ny. Sandi adalah seorang perempuan pendek yang kelihatan lebih gemuk dari yang seharusnya karena ia struktur tubuhnya kecil. Sebagian besar kegemukannya berada diseputar perut, membuatnya kelihatan tidak seperti biasanya. Dia berbicara bebas mengenai masalah kegemukannya, tetapi kemudian menangis ketika mengeluarkan perasaannya akan ketidakberdayaannya mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

A—-Ny. Sandi kelihatan sedikit tertekan. Perasaannya bahwa suaminya menolaknya karena kegemukannya —pasangan ini telah pisah ranjang dan Tn. Sandi ketakutan dan pada saat yang sama, menilai istrinya karena kegemukannya. Kelihatannya mereka tidak membicarakannya secara terbuka mengenai rasa khawatir dan perasaan mereka satu sama lain; bagaimanapun anak Ny. Sandi adalah anak perempuan satu-satunya dan Ny. Sandi kelihatannya kesadarannya seperti menggunakan mekanisme pertahanannya untuk menghadapinya dengan rasa kehilangannya dan tertekan. Dia nampaknya perlu beberapa pemecahan terhadap perasaan akan dirinya dan perkawinannya.

P—1. Merujuknya ke ahli diet untuk memperoleh bimbingan diet.

2. Konseling dukungan dengan Ny. S secara perseorangan untuk mengungkapkan perasaannya dan dan mengembangkan metode alternatif menghadapi masalah perasaannya.

3. Konseling bersama dengan Ny. dan Tn. Sandi untuk meningkatkan komunikasi perkawinannya.

4. Merujuknya pada sebuah organisasi kelompok diet , tetepi hanya jika Ny. S menginginkannya.

5. Pokok pembicaraan harus yang mendukung dan tidak menilai dalam hubungnnya dengan Ny. Sandi dan dalam bereaksi dengan kegemukannya. Dia harus, tentunya, memperhatikan kenyataan dampaknya secara medis mengenai berat dan kesehatannya, tetapi ejekan dan peringatan keras terhadap usaha penurunan berat nadannya akan membuat perasaannya tidak menentu dan makin memperkuat ketergantungannya pada makanan makin menjadi.


Kesimpulan 

Salah satu kelemahan yang sangat mendasar dari para pekerja sosial adalah kemampuan ‘bahkan keinginan’ unutk mendokumentasikan data dalam bentuk tulisan. Pencatatan dalam pekerjaan sosial pada menyimpan data dalam bentuk tulisan dengan cara-cara tertentu sehingga memudahkan dalam proses pertolongan kemanusiaan.

Dengan demikian bentuk atau jenis-jenis pencatatan menjadi begitu bermanfaat dallam kemajuan pertolongan kemanusiaan. Terdapatnya data atau catatan dapat dipergunakan untuk evaluasi kemajuan suatu kasus tertentu atau sebagai bahan rujukan bagi pengalihan kasus tertentu kepada lembaga atau badan sosial lainnya.

Kemampuan membuat catata secara tertulis dengan demikian merupakan salah satu keahlian penting yang harus dikuasai oleh seorang pekerja sosial, selain keahlian dalam bahasa verbal.

Category: Artikel | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

Tidak ada Komentar

Leave a Reply

  • DEPT. ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

    ===============================

    Keberadaan departemen ditujukan untuk:

    1). Menjamin kompetensi dan profesionalisme Dosen dalam melaksanakan tugas sesuai jabatan akademiknya;

    2). Mengembangkan, mengevaluasi dan monitoring kemajuan karier akademik Dosen untuk mendukung pengembangan pendidikan;

    3).Mengoordinasikan kegiatan riset dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen sesuai bidang kompetensinya dalam rangka merealisasikan target kinerja lembaga;

    4). Mengoordinasikan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan kepakaran Dosen oleh pihak lain seperti Pemerintah, pemerintahan daerah, swasta atau masyarakat;

    5). Merintis dan mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian pada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional;

    6). Memfasilitasi publikasi karya-karya ilmiah Dosen;

    7). Menyelenggarakan diseminasi hasil riset, pengabdian pada masyarakat, dan inovasi melalui kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional;

    Pemimpin Departemen:

    Ketua : Dr. dra. R. Nunung Nurwati, M.Si

    Sekretaris : Dr. Nurliana C. Apsari, S.Sos., MSW